Selamat Jalan Marco Simoncelli, Race In Peace…

Cukup tersentak ketika saya lihat di layar kaca dimana televisi saya sedang menayangkan siaran langsung Motogp Sepang, bendera merah berkibar tanda race dihentikan karena ada crash atau kecelakaan fatal. Tapi siapakah yang mengalami kecelakaan? akhirnya terjawab sudah ternyata Marco Simoncelli yang tengah berjibaku dengan Bautista dan Hayden tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan masih nekat berusaha memegangi motornya hingga bukannya melebar namun malah masuk memotong racing line Edwards dan Rossi. Akhirnya…. terjadilah tabrakan yang mengerikan sekali untuk dibayangkan, apalagi melihatnya…

Melihat peristiwa kecelakaannya dalam tayangan ulang saya cuman bisa berharap keajaiban dan Kuasa Allah agar Super Sic diberi keselamatan. Sedikit lega ketika mendengar update Simoncelli sudah sadar dan balapan bakal direstart pukul 16.45 waktu setempat. Namun beberapa saat kemudian muncul lagi pemberitahuan bahwa race dibatalkan karena kondisi Simoncelli semakin kritis, dalam hati saya terus berharap semoga Simoncelli diberi umur panjang.

Namun, takdir tetaplah takdir, sekeras usaha tim medis untuk menyelamatkan Simoncelli, kalo sudah takdirnya perjalanan hidup Simoncelli cukup sampai disini ya sudahlahhh, pukul 16.56 waktu setempat Simoncelli dinyatakan tewas… Saya cuman bisa bilang Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiuun… Entah kenapa kok saya merasa kehilangan sosok yang juga bukan apa-apa saya itu, saya jadi ikut larut dalam kesedihan, Mungkin karena Simoncelli adalah sosok yang cukup fanomenal di Motogp, beberapa kali juga wajahnya mejeng di blog ini.

Sayang sekali pembalap yang baru minggu kemarin mereguk nikmatnya podium dua di Phillip Island harus tewas di dunia yang membesarkan namanya, dimana saat prestasinya tengah menanjak pula. Saya sangat ingat sekali sesaat sebelum race komentator Om Matteo menggadang-gadang Simoncelli jadi pembalap yang bersinar di musim depan ketika Motogp pake mesin 1000cc lagi. Gaya riding Berani, Ngotot, Nekat dan Pantang Menyerah ciri khas fighter sejati membuatnya disebut-sebut sebagai penerus Valentino Rossi. Namun berkat kenekataannya itu juga doi akhirnya tewas di sirkuit, sandainya dia melepaskan motornya saat kehilangan keseimbangan mungkin dia akan jatuh ke gravel, bukannya ke tengah track yang membuat tubuhnya diterjang pembalap lain. Tapi itulah race, kata Om Matteo lagi kalo sudah memutuskan untuk ikut race, maka harus siap dengan segala resiko yang terjadi.

Selamat Jalan Marco Simoncelli, Race in Peace, Fans Motogp seluruh dunia bakal merindukan pembalap sepertimu…

*Sengaja saya gak tampilin gambar ataupun video kecelakaan Simoncelli karena bener-bener gak tega… :cry:

Salam coolrider fixer

About these ads

4 responses to “Selamat Jalan Marco Simoncelli, Race In Peace…

  1. dip0sting di triond ae mas bakalan jadi duit (p0sting pake bahasa ind0nesia yow oleh lho) hehehehehe … pie kie kabare wis panen durung dollare ? :D btw k0k PageRank mu iLang ?

  2. wah kwi lagi jadi trending keyword selama 2 hari ini je, lha pie kie lahan d0llare dari GA wis panen belum ? aQ dari triond ae wis 3x lho hehehehehehe …

  3. The only ‘what if’ Paolo feels is in regards to the accident itself, and what might have been if Marco had tried to bail off as soon as he lost control. “Marco was a warrior. He never gave up… that’s why he didn’t try to leave the bike.”

    http://www.crash.net/motogp/news/174385/1/simoncellis_father_marco_was_a_warrior.html

    Jadi ini sebabnya RC212V #58 (setelah ndlosor ke kiri) tiba2 mendapat traksi dan ngeloyor memotong jalur Rossi dan Edwards.. semangat pantang menyerah Marco (ironisnya) membuat dia meregang nyawa.. :(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s